Pengetahuan Tentang Stroke

Nama penyakit stroke tentu sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang.

Tapi tahukah anda bahwa dari 200 juta penduduk Indonesia, terdapat3 juta orang yang mengalami stroke setiap tahunnya? Jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.


Anda Mungkin Berpikir: AH TENANG SAJA, TUBUH SAYA SEHAT. SAYA TIDAK MUNGKIN TERKENA STROKE.

Anda yakin?

Memangnya apa saja parameter yang anda pakai untuk menentukan bahwa tubuh anda terbebas dari stroke?

Jangan Sampai Karena Sikap Abai Tersebut, Nama Anda Masuk Dalam Daftar 3 Juta Orang Yang Menderita Stroke Tahun Ini!!

Terlihat menyeramkan, tapi lebih baik anda tahu kenyataanya, daripada terbuai oleh delusi bahwa tubuh anda bisa sehat selamanya.

Lihat tabel berikut baik-baik:


 

Dari tabel di atas, terlihat bahwa di usia berapapun anda saat ini, peluang terkena stroke selalu ada! Jadi buang jauh-jauh anggapan: 

USIA SAYA MASIH MUDA, TIDAK MUNGKIN SAYA TERKENA STROKE.

 

Masih belum percaya? Lihat kisah berikut:

Seorang pria berumur 22 tahun asal Kaohsiung Taiwan ditemukan tidak sadarkan diri, serta tidak bergeming sama sekali dari kursinya di sebuah warung internet. Petugas medis pun datang, dan membawa pria tersebut ke rumah sakit.

Dokter yang merawatnya melihat ada yang tidak beres dengan belahan otak kirinya. Saat diteliti lebih lanjut, dokter pun menemukan bahw pria ini ternyata mengalami stroke. Penyakit ini membuat tubuh sang pria tidak bisa bergerak sama sekali. Dia juga mengalami kesulitan untuk berbicara.

Menurut pengakuan pemilik warung internet, pria tersebut memang sering tidak beranjak dari tempat duduknya selama 24 jam lebih. Bahkan tidak makan dan minum sama sekali. Tak heran jika stroke datang menyerangnya, meski tidak ada gen penyakit kronis apapun yang awalnya dia miliki. Tapi yang membuatnya mengidap penyakit tersebut adalah gaya hidupnya yang sangat tidak sehat.

Di era Milenials yang berbasis otomasi seperti saat ini, kesehatan kerap kali diabaikan oleh semua orang, baik itu kalangan muda maupun dewasa.

Bahkan ada orang yang menganggap bahwa stroke hanya akan menjangkit mereka yang memiliki hipertensi, obesitas, dan faktor genetika.

Lantas, kalau anda tidak memiliki ketiganya, apakah itu berarti anda bisa aman dari penyakit  stroke?

Sayang sekali jawabannya adalah TIDAK!!

Tidak ada satupun orang yang bisa aman sepenuhnya dari risiko terjangkit penyakit yang satu ini. Memang benar ketiga faktor yang disebutkan di atas bisa meningkatkan risiko stroke. Tapi gaya hidup yang salah pun juga tak luput menjadi penyebabnya.

Beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang bisa memicu timbulnya penyakit stroke, yakni:

        Kurang melakukan aktivitas fisik

        Tidak menjaga pola makan secara teratur

        Merokok

        Mengkonsumsi minuman beralkohol

        Kurang istirahat (beraktivitas 24 jam Non-Stop)

        Berpikir terlalu keras yang berujung stress dan depresi

Jangan anggap remeh stroke. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Jangan menunggu gejala besar timbul, sehingga akan sangat terlambat bagi anda untuk memperoleh penanganan.

Besarnya jumlah penduduk di Indonesia yang mengalami penyakit stroke juga dipicu oleh sejumlah mitos yang terlanjur dipercaya atau menjadi mindset di kalangan masyarakat, misalnya saja:

1. Stroke Hanya Menyerang Orang Lanjut Usia

Faktanya: Stroke bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Hal ini juga diperkuat dengan akhir-akhir ini semakin banyak kasus stroke yang menyerang orang berusia di bawah 65 tahun.

2. Stroke Biasanya Disertai Dengan Gejala Tertentu

Faktanya: Stroke bisa datang secara tiba-tiba tanpa ada gejala tertentu sebelumnya. Bahkan seringkali stroke tiba-tiba muncul dalam hitungan detik atau beberapa menit saja.

3. Selalu Sedia Aspirin Di Rumah Untuk Mengobati Stroke

Faktanya: Aspirin bukanlah solusi yang terbaik untuk mengatasi stroke. Bahkan dalam kasus stroke yang mengalami pendarahan, aspirin justru malah memperburuk keadaan pasien. Karena aspirin memiliki sifat untuk mengencerkan darah.

Kini pilihan ada di tangan anda. Apakah anda ingin semuanya terlambat? Atau melakukan pencegahan dari sekarang?